
Selalu ku berdoa dalam sujudku, agar aku dapat melihat cinta dimatamu...
Hari demi hari ku menanti dalam diam qu..
Qu berharap dalam sabar qu..
Qu yakinkan diri bahwa kelak cepat atau lambat aq pasti akan melihat cinta dimata indahmu itu..
Dan kini aku bisa melihat semua itu..
Senyuman indah, sinar dimatamu, bahagia diharimu..
Saat itu aku tahu , ada cinta yang sedang bersemi dihatimu..
Apakah itu aku? Atau wanita lain..
Waktu demi waktu lagi lagi aku menanti dalam diam..
Dalam otak yang selalu berfikir..
Dalam hati yang selalu berharap..
Itu aku !! ya, mungkin itu aku..
Atau mungkin juga bukan..
Ku temani hari hari mu dalam kepasrahan , Namun kini aku tak hanya diam..
Setiap hari yang ku lalui bersama mu, ku tuangkan cinta ku dalam perbuatan..
Setiap waktu yang ku lalui dengan mu, ku tuangkan cinta ku dalam perkataan..
Tapi engkau tak bergeming..
Dan aku tak bisa lagi diam..
Namun kamu malah diam..
Dalam diam aku sadar,
Cinta dihatimu itu bukan aku..
Sinar terang dimatamu itu bukan bayangan ku..
Benci dan marah itu yang ku rasa saat ini..
Betapa bodohnya aku, menunggu diam dalam diam..
Tanpa jawaban kau menjawab..
Hanya diam..
Aku benci dirimu, atau aku benci diriku..
Benci diri yang membenci dirimu..
Tapi aku tak pernah benar benar membenci mu, karena memang aku tak mampu..
Dan bila kau masih sempat membaca untaian hati ku ini..
Mohon renungkan, sekian lama aku menanti apakah hanya untuk sebuah kata yang tak bersuara..
Atau hanya untuk diam..
Diam dan diam..
Dalam kelemahan mu yang paling nyata, yang bisa kau lakukan lagi lagi hanya diam..
-Tsurayaa habibah-




