Got My Cursor @ 123Cursors.com

Kawand qu


Pages

Jumat, 24 September 2010

why love is so unfair ??

Dear b1nt4ngQu !!

Salam ribuan ksatria yg akan slalu menguatkan mu dsaat kmu merasa lemah .
Salam jutaan bintang yg akan slalu menemani mu dsaat kmu merasa sendiri .

kini qu sadari , aq semakin merasa kehilangan mu .
dan tahukah kamu , ini sangat menyakitkan .

slalu qu berusaha tersenyum dihadap mu .
namun hati ini taq kuasa menahan rasa sakit menatap mata mu .
melihat wajah mu , menikmati setiap senyum yg berkembang dibibir mu .
semua itu membuat aq semakin sakit .
karena membayangkan kau pergi jauh dari qu .

mengapa harus dy yg kau suka ??
mengapa bukan aq ??

aq yg lebih dulu mengenal mu .
aq yg lebih dulu menyukai mu .
dan aq yg lebih dulu mendampingi mu .

namun mengapa dy yg kau suka ??
mengapa harus dy yg kau cinta ??

why love is so unfair??

Rabu, 18 Agustus 2010

GILA

Dear b1nt4ngQu !!
Entah sihir apa yg kau punya hingga aq menjadi seperti ini ..
Entah mantra apa yg kau bacakan pada qu ..
Aq merasa GILA !!
Gila karena kmu ..

LELAH

aq L.E.L.A.H
sangad lelah Tuhan ..

bagaimana mungkin aq sanggup memandang wajah'a ..
dy terlalu baik untuk menerima semua kenyataan ini ..

ingin qu hapuskan semua rasa sakit yg ada dihati'a ..
namun tangin ini taq kuasa sampai pada'a ..

mengapa dy begitu tega menyakiti hati seorang ibu ..
ibu yg dlu slalu menyanjung'a ..
ibu yg slalu membanggakan'a ..

aq tidak RELA Tuhan ..
melihat dy tersakiti seperti ini ..

Senin, 16 Agustus 2010

Happy Birthday Ya Tsurayaa ..

Satu tahun lagi waktu yg terlewat hanya untuk cinta yg sia sia ..
but i don't care about it ..
Love u Love u Love u ..
Rasanya ingin sekali qu ucapkan kata itu dihadap mu ..
tpi sungguh aq malu ..
aq taq seberani itu ..

Merekep kembali perjalanan cinta qu pada mu ..
Banyak sekali kebahagian yg qu dapat ..
Namun taq jarang sakit itu mendera ..

aq cinta kmu b1nt4ngQu ..
cinta seorang wanita, kepada laki laki .
aq cinta kmu kata qu ..
cinta kmu yg slalu mengenakan jaket dimana pun kmu berada ..
cinta kmu yg slalu mengenakan topi untuk menutupi rambut mu *i think* ..
cinta kmu yg slalu membawa ransel dipunggung'a .. *but u're not dora*
cinta kmu dengan sgala tingkah menyebalkan mu ..

dan untuk kesekian kalinya ..
aq masih berharap, berharap kau mau berbalas kasih dengan qu ..
Eventough i doubt , but no problem ..

Ingin sekali membuat kejutan untuk mu ..
tpi aq tahu kmu taq akan terkejut dengan itu ..
Ingin sekali memberikan sesuatu untuk mu ..
tpi aq tahu kmu taq harapkan itu ..

jadi yg bisa qu beri, hanya doa tulus hati ..
smoga Tuhan slalu memberikan kebagagian untuk mu ..
slalu lindungi kmu, slalu berikan kmu kekuatan, slalu memberikan kmu cinta ..
cinta setulus hati . Like me ^^

Oops ..

slalu beri kmu kesehatan, slalu beri kmu kepercayaan, slalu beri kmu rezeki yg halal .
dan sgala hal yg baik yg taq mungkin dapat qu sebutkan satu persatu ..

Happy Birthday Sayang ..

Rabu, 14 Juli 2010

Cahaya dari Indah mu


Dear,, b1nt4ngQu

entah km sadar atau tidak .
entah km peduli atau sebaliknya .
tapi disini , ada wanita bodoh yg slalu mencintai mu .
wanita bodoh yg slalu berharap kasih sayang mu .

aq slalu menunggu dalam diam .
dalam keterpurukan .

slalu berharap akan kesadaran mu .
tentang cinta qu ini .

cinta ini akn tetap tumbuh .
slama masih mendapatkan cahaya dari indah mu .

Honey Puteri Tsurayaa

Kamis, 20 Mei 2010

*Sahabatku*

Ketika sahabat terluka
Terbukakah tanganmu untuk memeluknya?

Ketika sahabat menangis?
Sudikah bahumu untuk menampung air matanya?

Ketika sahabat terpesona
Mudahkah senyum itu tersungging dibibirmu?

Ketika sahabat gelisah
Relakah waktumu untuk dengarkan keluh kesahnya?

Ketika sahabat bahagia
Tuluskah dirimu berada disisinya?

Ketika sahabat bersalah
Ridhlokah kamu memaafkannya?

Ketika sahabat terjatuh
Yakinkah kamu merengkuhnya?

Ketika sahabat jauh di sana
Rindukah hatimu akan hadirnya?

Lilin Vs Bintang


Suatu hari terjadi percakapan antara sebuah bintang dan sebatang lilin. Lilin itu berkata, " Bintang, mengapa aku hanya ada untuk diletakkan di suatu ruangan sempit sampai batangku habis terbakar dan mati? Jika beruntung saya akan berada di ruangan pesta atau restoran mewah, tapi jika tidak beruntung aku hanya diletakkan di kamar kecil. Sedangkan engkau, cahayamu bisa menyinari langit malam yang luas." Sambil tersenyum sang bintang pun menjawab, "Aku memang bersinar di langit yang luas, namun sinarku hanya akan tampak di malam hari, sedangkan engkau dapat bersinar kapan pun diperlukan,"

Seperti lilin, Kita seringkali mengeluhkan kondisi yang kita alami. Sebagai karyawan, kadang kita merasa tidak seberuntung rekan kerja yang lain. Kita merasa bahwa beban perkejaan lebih menumpuk, atau mendapat ruangan yang tidak senyaman mereka, kemudian kita membandingkan diri dan berkata, " Andai saja aku bisa memilih... "

Jangan pernah mengeluh, Tuhan mau kita saling memperlengkapi satu dengan yang lain. Dan semua yang kita terima saat ini, walaupun tidak sesuai dengan harapan kita, itu semua ada dalam Rencana-Nya. Dia tahu apa yang terbaik buat kita, dan Tuhan pasti mengingat apa yang sudah kita perbuat.

Kisah seorang adik dan kakak


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik... hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. " Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! "Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Belajar tanpa henti


Alkisah, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjeaan kepada seorang pedagang kayu. Ia beruntung karena diterima bekerja. Selain itu ia mendapatkan posisi dan gaji yang memuaskan. Karenanya, sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja dengan optimal.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah sepeti itu, “

Penebang pohon itu semakin termotivasi saat mendapatkan pujian dari majikannya. Pada keesokan harinya, ia kembali bekerja keras, tetapi hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon kayu. Pada hari ketiga, ia hanya berhasil merobohkan 10 batang Pohon. Hari hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkan makin sedikit.

“aku mungkin telah kehilangan kekuatan. “pikir penebang pohon itu

kemudian penebang pohon itu menemui maikannya dan meminta maaf kepadanya. Tanpa di tanya ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui apa penyebab kinerja kerjanya menurun dilihat dari jumlah pohon yang berhasil ditebangnya.

“kapan saat terakhir engkau mengasah kapak ?” tanya sang majikan
“mengasah ? Saya tidakpunya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon. “ jawabnya.

Sekarang ini, banyak orang yang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka tidak lebih bahagia dari sebelumnya. \mengapa ? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya agar 'kapak” kita tetap tajam ?

Kita sering disibukkanoleh aktivitas yang menyita waktu. Kita kerja keras habis-habisan sehingga mengabaikanhal penting yang sebenarnya dilakukan. Berkerja keras dan beraktivitas bukanlah sebuah kesalahan. Apa yang kita lakukan menjadi tidak berarti jika kearifan kita tidak bertambah.

Kita semua membutuhkan waktu untuk berfikir, merenung, beajar dan bertumbuh. Jika kita tidak punya waktu untuk mengasah kampak, kita akan kehilangan efektivias.

tentang kamu


Aq rindu dya .
rindu akan hadirnya .
rindu akan senyumnya .

dya yg slalu berjalan didepan ku .
dan hanya sesekali menengok ke arah ku .
tp aq yakin, dya peduli .

aq mampu bertahan sampai saat ini .
karenaMu Tuhan, karena cintaMu yg tiada henti kepadaku .

ketika dy membuat qu menangiz, Engkau dengan tanganMu yg hapuskan air mata ini .
ketika dy membuat qu terluka, Engkau dengan kasihMu yg menyembuhkan .

Jika memang ini cinta yg berasal dariMu, maka jagalah .
walau harus ada banyak air mata .
namun jadikan setiap tetes air mata yg jatuh ke wajahku ini tiada sia sia .
buat aq semakin kuat dalam menghadapi semua ini .

Namun jika memang cinta ini hanya akan menjauhkan ku dari cintaMu .
maka hilangkanlah .
hilangkan semua rasa yg ada dihati ini untuknya .

Dinginnya hatimu buat ku rapuh


" Hidup itu penuh dengan pilihan, bahkan qta hidup pun itu merupakan satu pilihan " katanya dengan lugas, tegas dan jelas .

kata kata yg begitu sederhana, namun entah mengapa terdengar begitu indah .
hmm . mungkin karena "dy" yg mengatakan itu pikirku .

kata apa pun mungkin akan terdengar sm indahnya apabila dya yg mengucapkan .
karena "Ya Jamil" memberikan keindahan tersendiri untuknya .

rasa hangat kian menyelimuti tubuhku, setiap kali ada dya dihadapku .

dy yg begitu ku cintai .
memiliki hati seluas angkasa, setinggi langit .
namun juga sedalam bumi .
berjalan diatas kesederhanaannya .

Mengenalnya merupakan satu keindahan tersendiri untukku .

Lantas kemana perginya dy .
kemana perginya rasa hangat itu .
mengapa skrg dya begitu dingin .

Keindahan yg dlu ku lihat . rasanya hancur seketika .
dan pecahannya jatuh tepat dihatiku .

sadarkah engkau wahai tuan . dinginnya hatimu itu mulai membuat qu rapuh .
seperti rayap yg memakan kayu . perlahan tp pasti .
itukah ingin mu .
kehancuranku .

Selasa, 18 Mei 2010

Bisakah walau hanya sesaat saja kau mengingatku .
Bolehkah walau hanya sekejap saja kau merindukanku .

Minggu, 16 Mei 2010

cinta sampai disini


aq begitu mencintai mu .
begitu menyanjung mu .
namun semua itu belum cukup juga untuk membuat mu mencintai qu .

wanita seperti apa sebenarnya yg kau inginkan .
wanita sholehah kah?
wanita baik hati kah ?
wanita setia ?

ajari aq, ajari aq untuk menjadi wanita yg bisa kau cintai .
karena sungguh aq taq akan mampu hidup tanpa mu .

namun kini aq merasa taq mampu .
merasa tak sanggup .
tak mampu dan tak sanggup cintai sisi langitmu lagi .

kau terlalu jauh untuk dapat qu jangkau .
terlalu tinggi untuk dapat qu raih .

kini biarlah aq disini . menanti dalam sepi ku .
setia dalam diam .
dan cinta cukup sampai disini .

Rabu, 24 Maret 2010

Perbedaan Suka dan Cinta


Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya, “Bolehkah aku menciummu?”
Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya, “Bolehkah aku memelukmu?”
Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya.


SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jangan menangis.”
SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”


SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Ia sangat cantik dan menawan.”
SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, “Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah TUHAN berikan kepadaku.”


Pada saat orang yang kau sukai menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau sayangi menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang cintai menyakitimu, kau akan berkata, “Tak apa dia hanya tak tahu apa yang dia lakukan.”


Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus….


SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimanapun keadaanmu.


SUKA adalah hal yang menuntut.
SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.


Hati-hati dalam mengungkapkan perasaanmu pada seseorang!!!

Untuk Cowok


Cowokku sayang,

Aku tidak tahu siapa kau, atau dimana atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas aku berharap tak lama lagi.

Aku berdoa semoga ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang yang lebih kurus atau lebih cantik.

Kuharap kau takkan membandingkanku dengan cewek-cewek yang mungkin punya senyum yang lebih menawan. Kuharap kau akan membuatku tertawa, merawatku kalau aku sakit, dan bisa dipercaya.

Kuharap kau akan ingat bahwa aku lebih suka daisy daripada mawar, dan bahwa warna kesukaanku berubah sesuai suasana hatiku.

Kalau kita pergi berkencan, kau tidak perlu memeras otak memikirkan akan membawaku kemana; yang penting aku akan bersamamu.

Kalau aku menangis, ketahuilah penyebabnya bukan kau, yang penting kau memelukku erat-erat, dan aku akan cepat sembuh. Dan jika penyebabnya kau, aku tetap akan sembuh.
Dan jika kita memutuskan untuk berpisah, pahamilah bahwa aku mungkin akan terluka, tapi aku ingin menjadi temanmu jika kauizinkan. Aku berjanji akan ingat bahwa kau juga punya perasaan, meskipun kau takkan pernah mengakuinya.

Beritahu aku jika ada perbuatanku yang mengganggumu, atau jika ada sesuatu yang terasa tak pas. Aku ingin kau selalu bersikap jujur kepadaku. Jika aku mengalami hari yang tidak menyenangkan, kuharap kau akan menghujaniku dengan keyakinan dan senyum.

Kuharap kau tidak berpikir aku meminta terlalu banyak darimu. Kuharap kau mengerti aku agak gugup dan sangat takut. Aku ingin bisa mengatakan bagaimana atau kapan kita akan bertemu, dan apakah kita akan selamanya saling mencintai… namun aku tak bisa mengatakannya, karena hanya Tuhan yang tahu.

Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu. Terimakasih karena telah mendengarkan; hanya ini yang aku minta.

Milikmu selamanya,
Aku